Umuh Muchtar Khawatir Kompetisi Berpotensi Jadi Klaster Baru Virus

114 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Umuh Muchtar Khawatir Kompetisi Berpotensi Jadi Klaster Baru Virus Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar tetap belum dapat membayangkan Shopee Liga 1 2020 dilanjutkan di sedang pandemi virus corona. Pria berusia 71 tahun ini cemas kompetisi jadi berpotensi sebabkan klaster baru penyebaran COVID-19.

"Karena terkecuali memaksakan tanpa penonton, saya termasuk IDN Poker Online tidak masalah. Tapi mungkin, tetap beresiko," ujar Umuh Muchtar dinukil berasal dari Antara.

"Resikonya apa? Kalau kompetisi dipaksakan, terkecuali nanti tersedia perihal pemain atau ofisial terpapar virus corona, itu yang jadi masalah," imbuh Umuh Muchtar.

Sebelumnya, PSSI melempar dua opsi berkaitan nasib kompetisi. Shopee Liga 1 2020 dapat ulang bergulir terhadap 1 Juli 2020 dengan pertimbangan standing darurat bencana COVID-19 berakhir terhadap akhir bulan ini. Jika diperpanjang, maka kompetisi bakal dibatalkan.

"Memang ribet terkecuali dipaksakan tanpa penonton. Lebih baik tunggu sampai selesai saja wabah virus corona," kata Umuh Muchtar.

Umuh Muchtar menerangkan, menggelar kompetisi tanpa pemirsa bakal lebih banyak merugikan klub. Satu di antaranya karena tim tidak mendapatkan pemasukan tiket.

"Memang klub-klub termasuk membutuhkan berasal dari tiket penonton. Sekarang terkecuali tersedia pertandingan layaknya itu, kami termasuk tersedia biaya-biaya yang lainnya, banyak cost juga," tutur Umuh Muchtar.

Belum lama ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menyebarkan surat kepada seluruh kontestan Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020. Isinya mengajak para klub untuk aktif memberi tambahan masukan mengenai lanjutan kompetisi.

Tags: #Umuh Muchtar

Leave a reply "Umuh Muchtar Khawatir Kompetisi Berpotensi Jadi Klaster Baru Virus"

Author: 
    author